Ini bukan kisah dalam dongeng, bukan ada dalam halusinasi. Ini adalah kisah nyata, bukti kekuatan sebuah mimpi. Adalah seorang Aris Setyawan, delapan tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002. Seorang pemuda yang baru menjelang lulus SMA, berniat mendaftar USMI. Namun saat itu, Aris melihat uang di dompet ibunya hanya ada Rp 50.000,-. Aris mengurungkan niatnya melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.
Mimpi itu, mimpi melanjutkan ke perguruan tinggi impiannya ;IPB, ia pendam dan tanamkan dalam hatinya, ia tancapkan kuat-kuat dalam pikirannya. Sama halnya dengan kedua teman Aris, Safuan dan Kusno. Kusno ingin menjadi seorang karyawan, dan Safuan ingin pergi ke Jepang. Hambatan yang menghalangi mimpi mereka saat itu justru membuat mereka semakin yakin akan meraih kemenangan di depan kelak.
Berbekal uang seadanya, Aris dan kedua temannya, Safuan dan Kusno mengadu nasib ke Jakarta. Dari Pati, Jawa Tengah, tiga sekawan itu naik bus menuju Cakung, Jakarta. Dua minggu berlalu, Aris dan kedua kawannya kehabisan uang. Keadaan ini memaksa mereka untuk segera mencari uang guna menyambung hidup. Akhirnya mereka bertiga menjadi kuli bangunan di daerah Kelapa Gading. Dari hasil kerja mereka mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore, mereka mendapatkan upah Rp17.500 tiap harinya.Uang itu Ia kumpulkan sedikit demi sedikit untuk melanjutkan pendidikan di IPB, dan akhirnya impiannya pun tercapai.
Kini, pria kelahiran Pati, 23 Februari 1974 itu telah bermetamorfosa menjadi seorang motivator Character Building Nasional dengan Audien lebih dari 500.000 orang diseluruh Indonesia. Spesifikasi training yang diberikan adalah AUTO SUGESTI POWER yaitu sebuah training yang terbukti dan teruji bagaimana manusia menemukan keyakinan diri dengan mengoptimalkan Pikiran, Perasaan, Perkataan dan Perbuatan menuju hidup sukses, bahagia dan sehat menuju ridho Allah. Selain sebagai Diruktur Utama PT ABCo Sugesti Motivatindo, Aris Ahmad Jaya juga berprofesi sebagai Dosen Character Building di PGTKA Tarbiyatunnisaa Bogor, Assosiate Trainer di Qualitant, ILNA Training Center, INTAN Padang. Tak hanya itu, Aris pun berhasil menulis beberapa buku, diantaranya:
1. 30 Hari Mencari Jati Diri (Best Seller Nasional)
2. BETHE 5 Karakter Idola Pecundang Sejati (ditulis bersama Zen El Fuad)
3. Aura Kemenangan (Ditulis bersama Arif Dahsyat)
4. SPIRIT OF SUCCESS
Sebagai Master Sugesti Power Aris Ahmad Jaya juga memberikan materi training khusus yang berkaitan dengan penanganan sakit fisik maupun psikis dengan cepat, efektif dan ilmiah. Ini adalah bukti dari kekuatan mimpi! Keterbatasan tidak menyurutkan tekad Aris untuk terus berjuang menggapai segenap asa. Karena, kesuksesan bukan hadir secara kebetulan, tapi karena ada niat dari pelakunya .
“Seandainya dalam hidup ini engkau menemui jalan yang berliku, hambatan, halangan dan rintangan, yakinlah di depan pasti ada jalan kemenangan. Seandainya, engkau berjalan di jalan yang lurus, tanpa menemui hambatan dan tantangan, maka hati-hatilah, siapa tahu di depan engkau akan menemui masalah. Pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang hobi menyerah tidak akan pernah menang”

“Menggapai lebih mudah dari pada mempertahankan”. Rasanya aku setuju dengan kutipan kata-kata itu.Ya, itulah yang aku alami saat aku masih mengenakan seragam putih-abu. Aku amat bersyukur ketika mengetahui bahwa aku masuk kelas XI IPA 1. Itu artinya kesempatan mendapatkan PMDK untuk memasuki PTN lebih terbuka lebar, asalkan aku tidak turun kelas pada saat kenaikan kelas XII nanti. Suasana belajar yang kondusif dan teman-teman yang solid, baik dalam hal akademik maupun non akademik membuatku semakin kerasan menjadi bagian dari kelas XI IPA 1. Aku merasa Allah telah memberiku tempat yang terbaik untuk menimba ilmu. Dan aku bersyukur karenanya.
Menurut informasi yang akurat seluruh siswa kelas XII IPA -1 100% berhak mendapatkan formulir PMDK IPB. Sebuah institusi yang aku idam-idamkan. Sedangkan di kelas XII IPA lainnya tidak seluruh siswa boleh mengambil PMDK IPB. Hanya oramg-orang terpilih yang bisa mendapatkanya. Berhak atau tidaknya seorang siswa mendapatkan PMDK di tinjau berdasarkan fluktuasi nilai raport, ranking kelas dan rata-rata nilai MIPA. Rentetan informasi itu semakin membuatku ingin tetap bertahan di kelas IPA 1 saat naik ke kelas XII nanti.
Ujian semester genap telah berlalu, tapi hatiku belum plong benar. Terasa masih ada yang mengganjal. Ada perasaan was-was yang menggelayutiku dalam masa-masa menunggu hasil penempatan kelas baru. Aku takut, takut jangan2 aku turun ke kelas IPA lain. Aku memang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat tetap bertahan di kelas ini. Tapi manusia hanya bisa berusaha, tak bisa mereka-reka apalagi memastikan hasilnya.
Pembagian raport telah selesai, masa liburan sekolah pun telah usai. Tibalah waktunya untuk belajar lebih giat lagi, karena kini aku telah naik ke kelas XII. Artinya UN sudah semakin dekat, dan aku harus berusaha untuk menyambutnya dengan penuh kesiapan. Harapanku untuk terus bertahan di kelas ini pun akan segera terjawab, karena inilah hari pembagian kelas akan di umumkan. Aku melangkahkan kaki ke sekolah dengan segenap rasa yang bercampur baur menjadi satu. Resah, was-was dan penasaran menjadi satu. Kuberanikan diri membaca pengumuman yang ditempel di dinding. Dalam hatiku berkata, “Akankah aku masih bisa bertahan di kelas ini? Semoga saja”.
Mataku berkeliaran mencari namaku diantara daftar siswa kelas XII IPA-1. Tapi tak jua aku menemukannya. Ku cari lagi dengan saksama, tapi tetap saja hasilnya nihil! Tak ada nama Bunga Aprillia Ayuning di sana. Aku mulai lemas, hatiku bergejolak tak karuan. Dengan semangat yang kurasa telah hilang, aku mencari namaku di daftar siswa kelas IPA lainnya. Dan benar saja, namaku terpampang di sana. Aku berada di daftaran absen keenam kelas XII IPA 2. Ya Allah.. aku turun kelas. Tanpa ku sadari air mataku mengalir.
Bukan kelasnya yang aku permasalahkan. Tapi kesempatan mendapatkan PMDK IPB yang aku takutkan. Aku telah turun ke kelas IPA 2. Itu artinya aku telah menyia-nyiakan kepastian mendapatkan PMDK IPB. JIka aku masih bertahan di IPA1, walau mendapat ranking terakhir pun boleh mengambil PMDK IPB. Tapi di IPA 2 kapasitasnya di batasi. Belum tentu aku termasuk salah satu dari siswa yang berhak mengambil PMDK. Itu yang membuatku sedih, karena aku sangat menginginkan sebuah Perguruan Tinggi yang bernama IPB. Saat itu aku down berat.
Hari berganti hari dan aku merasa harus bangkit dari keterpurukan yang aku ciptakan sendiri. Aku tak boleh terus menerus di rundung kesedihan dan penyesalan yang tak berujung. Aku tak bisa terus menerus seperti ini. Tidak! Aku harus bangkit! Bangkit dan berjuang untuk meraih impianku. Akhirnya, aku coba untuk ikhlas menerima ini semua. Aku sadar bahwa manusia hanya bisa berikhtiar tetapi Allah lah yang akan menentukan jalan akhirnya. Ketika Allah belum menjawab doaku, saat itulah Ia meminta kesabaranku. Ketika Allah tidak mengabulkan pintaku, saat itulah Allah meminta keikhlasanku. Aku berusaha mencari hikmah dari ini semua.
Kujalani hari demi hari di kelas baruku dengan semangat baru. Kutetapkan targetan-targetan yang harus aku capai. Aku mencoba untuk mengevaluasi cara belajarku selama ini. Barangkali ada yang salah. Porsi belajar kutambah. Tidak diforsir tapi lebih di intensifkan. Lebih serius dari tahun sebelumnya. Kujalani ini semua dengan ikhlas demi satu tujuan, masuk IPB lewat jalur PMDK.
Betapa senangnya aku ketika mengetahui bahwa aku masuk daftar siswa yang berhak mengambil PMDK IPB. Ku isi formulir itu dengan sepenuh hati. Tak jemu-jemu aku berdoa agar lamaran USMI-ku diterima. Satu bulan berlalu dan akhirnya penantianku terjawab jua. Aku diterima di IPB! Alhamdulillah… , usahaku selama ini tak sia-sia. Saat itu aku merasa bahwa Allah telah mengajarkanku arti keikhalasan dan kemauan uantuk bangkit setelah terjatuh. Manusia boleh merencanakan dan menetapkan tujuan lengkap beserta jalan tuk menggapaikannya, tapi Allah punya jalannya sendiri walaupun hasil akhirnya sama dengan tujuan awal kita. Jangan pernah menyerah hanya karena kita terjatuh. Tidak peduli berapa kali kita terjatuh, tapi perhatikanlah seberapa banyak dan seberapa keras usaha kita untuk bangkit setelah terjatuh!

d cyber komputer LSI